Pusat Pengembangan Inkubasi Bisnis Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kewirausahaan pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen Unikama serta dosen dari luar Unikama, dan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Unikama, Dr. Choirul Huda.
Dalam sambutan pembukanya, Dr. Choirul Huda menegaskan bahwa FGD Kewirausahaan merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran dosen dalam pengembangan kewirausahaan di lingkungan kampus.
“FGD ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan pembelajaran kewirausahaan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman, sehingga dosen mampu membimbing mahasiswa menjadi entrepreneur yang kompetitif dan inovatif,” ujarnya.
FGD kewirausahaan di lingkungan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang bertujuan memperkuat peran dosen kewirausahaan dalam pengembangan pembelajaran berbasis praktik dan inovasi. Kegiatan ini menjadi forum berbagi pengalaman antar dosen, menyelaraskan kurikulum kewirausahaan dengan kebutuhan industri, serta merumuskan strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika pasar.
Selain itu, FGD juga mendorong kolaborasi dosen lintas program studi, peningkatan kapasitas riset terapan, serta penguatan pendampingan mahasiswa dalam membangun usaha rintisan (startup). Dari diskusi yang berlangsung, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan akademik, model pembelajaran kewirausahaan yang efektif, serta jejaring kemitraan yang mendukung tumbuhnya ekosistem kewirausahaan kampus yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Kegiatan ini menghadirkan dua pakar kewirausahaan sebagai pemateri utama, yakni Dr. Wisnu S. Dewobroto dari Universitas Podomoro dan Dr. Any Setyarini dari Universitas Semarang. Kedua narasumber membagikan pengalaman dan pandangan strategis terkait penguatan peran dosen sebagai fasilitator dan mentor bisnis mahasiswa.
Dr. Wisnu S. Dewobroto menekankan bahwa dosen memiliki peran sentral dalam menjembatani teori dan praktik kewirausahaan.
“Dosen pendamping harus mampu menjadi coach bagi mahasiswa, membimbing ide bisnis agar dapat diwujudkan menjadi usaha yang berkelanjutan dan memiliki nilai tambah,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Any Setyarini menyoroti pentingnya pembentukan mindset kewirausahaan mahasiswa melalui pendampingan yang konsisten.
“Pembelajaran kewirausahaan harus mendorong mahasiswa untuk adaptif, inovatif, dan berani mengambil peluang. Dosen berperan sebagai mentor sekaligus penggerak inovasi di kampus,” jelasnya.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait tantangan implementasi pembelajaran kewirausahaan, penguatan pendampingan mahasiswa, hingga peluang kolaborasi antar perguruan tinggi.
Melalui FGD Kewirausahaan ini, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran dosen sebagai fasilitator, mentor, dan penggerak inovasi, guna mencetak mahasiswa entrepreneur yang mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.
- Dokumentasi DKA ↩︎


