UNIKAMA – Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat Sefti Tri Wahyuni untuk meraih cita-cita. Mahasiswi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) ini berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93. Ia resmi menyandang gelar sarjana dalam prosesi wisuda pada Sabtu (24/10/2026).

Sefti merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) sejak 2022. Di tengah perjuangannya menyelesaikan pendidikan, perempuan asal Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, ini juga aktif menekuni pencak silat dan meraih berbagai prestasi di tingkat regional hingga nasional.

Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah medali emas pada Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tingkat nasional di Surakarta pada 2023. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kesibukan sebagai atlet tidak menghalanginya untuk tetap berprestasi di bidang akademik.

Perjalanan Sefti di dunia pencak silat sudah dimulai sejak duduk di bangku SMP. Sejak saat itu, ia terus berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Disiplin Latihan Jadi Kunci Menyelesaikan Kuliah

Menjalani peran sebagai atlet sekaligus mahasiswa tentu bukan hal yang mudah. Sefti harus pintar membagi waktu antara latihan, persiapan pertandingan, tugas kuliah, hingga menyelesaikan skripsi.

Meski menghadapi banyak tantangan, ia berusaha menjalani setiap tanggung jawab dengan disiplin. Menurutnya, nilai-nilai yang dipelajari selama berlatih pencak silat di Pagar Nusa turut membentuk mental dan keteguhan dirinya dalam menyelesaikan pendidikan.

“Membagi waktu antara jadwal latihan intensif menjelang kejuaraan dan kewajiban akademik merupakan tantangan yang paling menguji mental. Namun, ajaran kedisiplinan dan olah rasa dari Pagar Nusa justru membentuk karakter saya untuk pantang menyerah dalam menyelesaikan studi,” ujar Sefti seusai prosesi wisuda.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kedisiplinan, manajemen waktu, dan kemauan untuk terus berusaha.

Unikama Apresiasi Perjuangan Sefti sebagai Penerima KIP-K

Prestasi Sefti mendapat apresiasi dari Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) Unikama. Kepala Pusat Pengembangan Potensi Mahasiswa, Romadhon, menilai Sefti sebagai mahasiswa yang memiliki semangat dan komitmen tinggi, baik dalam bidang akademik maupun kegiatan kemahasiswaan.

Menurut Romadhon, perjalanan Sefti menjadi contoh bahwa bantuan pendidikan seperti KIP-K dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan potensi diri.

“Ia merupakan mahasiswa penerima KIP-K sejak 2022. Ini menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya bahwa keterbatasan ekonomi tidak bisa dijadikan alasan untuk berhenti bermimpi dan berkarya. Sefti adalah contoh nyata penerima manfaat KIP-K yang turut berkontribusi pada kemajuan kampus,” ungkap Romadhon.

Capaian Sefti juga menunjukkan bahwa mahasiswa penerima bantuan pendidikan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, meraih prestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus.

Sederet Prestasi Pencak Silat dari Tahun ke Tahun

Selain berhasil lulus dengan IPK 3,93, Sefti memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan di dunia pencak silat.

Pada 2026, ia meraih juara kedua kelas A putri dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur.

Sebelumnya, pada 2025, Sefti berhasil meraih juara pertama kelas A putri pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX dan juara kedua dalam Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomprov) Jawa Timur III.

Prestasinya berlanjut pada 2024. Sefti meraih juara pertama kelas A putri dalam Kejuaraan Wilayah Jawa Timur VIII serta juara kedua pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat Raja Brawijaya Open V.

Sementara itu, pada 2023, ia meraih sejumlah prestasi, yakni:

  • Juara pertama PORSENI tingkat nasional di Surakarta.
  • Juara pertama kelas A putri Kejuaraan Wilayah Jawa Timur VII.
  • Juara pertama kelas A putri Kejuaraan BTC IX tingkat nasional.
  • Juara kedua kelas A putri Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomprov) Jawa Timur II.

Perjalanan Sefti menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah impian. Dengan tekad, kedisiplinan, dan kesempatan pendidikan yang tepat, ia mampu membuktikan diri melalui prestasi di gelanggang pencak silat sekaligus keberhasilan di bangku kuliah.

Kisahnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi, berani bermimpi, dan tidak mudah menyerah dalam meraih masa depan.

Berprestasi di Arena Pencak Silat dan Akademik, Mahasiswi Unikama Lulus dengan IPK 3,93
Ditag pada: