UNIKAMA – Alumni Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA), Alvonsus Glori Andriatmoko, S.Pd., Gr., M.Pd., berbagi pengalaman dan strategi pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung inovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Materi tersebut disampaikan dalam Workshop Up Grading Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah yang diselenggarakan PGRI Power Nasional Pusat di Kota Pasuruan, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga SMK se-Kota Pasuruan. Workshop tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kepala sekolah agar mampu menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inovatif.
Dalam kegiatan ini, kepala sekolah tidak hanya dibekali kemampuan mengelola administrasi sekolah, tetapi juga didorong menjadi pemimpin pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan mampu mendukung pengembangan kompetensi guru.
Workshop ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung gerakan nasional satu juta guru mahir koding dan kecerdasan artifisial. Melalui kegiatan tersebut, kepala sekolah diharapkan dapat memberikan kesempatan dan dukungan kepada guru untuk mengembangkan keterampilan digital serta menerapkannya dalam pembelajaran.
Alumni UNIKAMA Kenalkan Pemanfaatan AI untuk Inovasi Sekolah
Sebagai salah satu narasumber, Alvonsus Glori Andriatmoko yang saat ini menjadi pendidik di SDK Sang Timur Pasuruan sekaligus Fasilitator Nasional A5 Regional 3, membawakan materi berjudul “Integrasi AI dalam Menciptakan Program Inovasi Berdampak bagi Satuan Pendidikan”.
Dalam pemaparannya, Alvonsus menjelaskan bahwa AI dapat membantu kepala sekolah dalam mengembangkan berbagai program pendidikan. Teknologi ini dapat digunakan untuk menganalisis kebutuhan sekolah, menemukan permasalahan, menentukan program prioritas, menyusun rencana peningkatan mutu, hingga mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.
Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu pekerjaan kepala sekolah menjadi lebih efektif dan terarah. Namun, AI tetap berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti peran manusia dalam mengambil keputusan.
Setiap kebijakan sekolah tetap harus mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan, pengalaman profesional, serta masukan dari guru dan tenaga kependidikan.
Guru Juga Didorong Lebih Produktif Menghasilkan Karya
Selain membahas pemanfaatan AI, workshop ini juga menghadirkan Dr. Tristan, S.S., M.Pd., dosen Pascasarjana Fakultas Pendidikan Universitas PGRI Wiranegara. Ia membawakan materi bertajuk “Guru Harus Melahirkan Karya”.
Dalam materinya, ia mengajak para guru untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan mengajar, tetapi juga aktif menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Karya tersebut dapat berupa buku, modul ajar interaktif, media pembelajaran digital, penelitian tindakan kelas, maupun dokumentasi praktik baik dalam pembelajaran.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap disertai tanggung jawab dan etika. Guru perlu memastikan kebenaran informasi, menjaga keaslian karya, serta tidak mengabaikan integritas akademik.
Dengan demikian, AI dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan produktivitas guru tanpa menghilangkan kemampuan berpikir kritis maupun profesionalisme sebagai pendidik.
Dorong Sekolah Lebih Inovatif dan Adaptif
Melalui kedua materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja sama antara kepala sekolah dan guru.
Kepala sekolah diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sekolah yang mendukung inovasi. Sementara itu, guru perlu terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
PGRI Power Nasional Pusat berharap workshop ini tidak hanya menjadi kegiatan berbagi ilmu, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah masing-masing.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana teknologi, termasuk AI, dimanfaatkan secara tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan pendidik, dan menciptakan kesempatan belajar yang lebih baik bagi peserta didik.
Partisipasi Alvonsus sebagai alumni UNIKAMA dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata alumni dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan.

